Batulicin - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin menjalin koordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu untuk menyiapkan kolaborasi pengembangan kegiatan perikanan budidaya bagi Warga Binaan, Senin (05/10/2026). Pembahasan diarahkan pada penyusunan bentuk dukungan yang dapat memperkuat keterampilan sekaligus pengembangan kegiatan perikanan di Lapas.
Koordinasi berlangsung di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu dengan membahas sejumlah ruang lingkup yang disiapkan dalam rencana kerja sama. Materi tersebut mencakup pelatihan, penyuluhan, bimbingan teknis, pembekalan keterampilan, serta dukungan benih dan pakan ikan sesuai kebutuhan dan program yang disepakati.
Pengembangan kegiatan juga diarahkan pada pendampingan teknis dalam penebaran benih, pemberian pakan, pemeliharaan, pengelolaan kualitas air, pengendalian penyakit, dan perawatan sarana budidaya. Bimbingan mengenai pengelolaan kolam, teknik pemanenan, penanganan hasil, hingga pengelolaan hasil budidaya turut menjadi bagian yang dibahas.
Rencana kolaborasi tersebut disesuaikan dengan kondisi lingkungan, ketersediaan sarana, dan potensi Lapas Kelas III Batulicin. Melalui dukungan pengetahuan dan pendampingan teknis, kegiatan perikanan diharapkan dapat berkembang sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan.
Mewakili Kepala Lapas Batulicin, Kasubsi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kegiatan perikanan budidaya yang dapat dikembangkan di Lapas. Menurutnya, dukungan dari instansi teknis dibutuhkan agar Warga Binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan perikanan yang lebih terarah.
"Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk melihat bagaimana kegiatan perikanan budidaya dapat dikembangkan bersama sesuai potensi yang ada di Lapas. Kami berharap nantinya Warga Binaan mendapatkan pembekalan dan pendampingan teknis yang dapat menambah keterampilan mereka dalam mengelola kegiatan budidaya ikan," ujar Harry Indrawan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu, Anwar Sadat, menyampaikan bahwa pihaknya akan membahas bentuk dukungan yang dapat diberikan sesuai kewenangan, program, dan kebutuhan kegiatan. Ia menilai pendampingan teknis menjadi hal penting agar proses budidaya dapat dilakukan dengan pemahaman yang tepat sejak penebaran benih hingga pengelolaan hasil.
"Kami menyambut baik koordinasi yang dilakukan Lapas Batulicin dan akan melihat bentuk dukungan yang dapat diberikan sesuai kewenangan serta program Dinas Perikanan. Pendampingan dalam budidaya, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, pengendalian penyakit, hingga pemanenan penting agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman bagi Warga Binaan," jelas Anwar Sadat.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menilai rencana kolaborasi tersebut dapat membuka ruang pengembangan baru bagi pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui bidang perikanan. Ia berharap koordinasi yang dilakukan dapat berlanjut menjadi kerja sama yang memberikan dukungan pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan kegiatan budidaya sesuai potensi Lapas.
"Kami berharap koordinasi ini dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembinaan kemandirian Warga Binaan. Dengan dukungan dari Dinas Perikanan, kami ingin kegiatan budidaya ikan dapat dikelola semakin baik sekaligus menjadi ruang belajar bagi Warga Binaan untuk memiliki keterampilan yang dapat mereka kembangkan di masa mendatang," ujar Thoha Yahya Umar Sidiq.
Koordinasi bersama Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu menjadi langkah awal dalam menyiapkan kolaborasi pengembangan perikanan budidaya di Lapas Batulicin. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas dukungan terhadap pembinaan kemandirian melalui keterampilan budidaya dan pengelolaan hasil perikanan yang sesuai dengan potensi Lapas